Amy's Life Journal
wise saving wise spending
Personal Finance

Wise saving, wise spending

Apakah ada teman-teman sekalian yang dari awal kerja tidak pernah memiliki tabungan di rekening nya? hehehe Atau, apakah ada yang gak pernah bisa menyisihkan uang nya setelah payday karena dirasa terlalu besar pengeluaran dari pada pemasukkan? abis payday bayar cc deh, bhay hahahaha

Alhamdulillah nya, saya bukan salah satu dari golongan diatas. Saya termasuk orang yang bisa menabung dan menyisihkan uang saat payday sejak masih single sampai sekarang sudah punya anak. Tabungan itu penting banget baik untuk yang masih single apalagi yang sudah married dan punya anak atau sudah married tapi menanggung orang tua atau adik.

Sewaktu single dan kebutuhan hidup masih banyak ditanggung orang tua adalah golden time untuk kita saving sebanyak-banyaknya income yang kita miliki. Karena kebutuhan masa depan seperti biaya pernikahan, kebutuhan tempat tinggal, kebutuhan kendaraan pribadi, atau hal-hal darurat lainnya sangat besar hanya memang tidak disadari dan tidak ingin diketahui :p

Segaknya kalau masih single, at least 50% dari gaji kita tabung atau investasikan, lebih banyak lebih baik πŸ™‚ Kalau sudah menikah dan memiliki tanggungan dan kewajiban jangka panjang (KPR Rumah atau Kendaraan, dsb) tetap usahakan at least 20 – 30% dari gaji ditabung dan diinvestasikan. Dan beramal disetiap kita terima gaji adalah wajib, sedikitnya 2.5% dari gaji setelah dikurangi kewajiban-kewajiban yah, karena sedikit dari penghasilan kita juga milik orang lain πŸ™‚

Awal bekerja di perusahaan lokal nasional, gaji saya hanya sekitar IDR 3,500,000,- Rumah saya di Jakarta Timur, Kantor di Jakarta Selatan, Gatot Subroto. Waktu itu untuk meminimalisir ongkos saya selalu nebeng papa sampai PGC lalu naik Transjakarta Bus dari sana. Makan siang pun saya sering ke warteg deket kantor yang bersih, jarang banget nge-moll buat lunch. Alhamdulillah nya lagi, saya gak perlu ngeluarin biaya kost karena masih serumah sama orang tua dan makan juga ditanggung orang tua. Jadi ya saya bisa nabung cukup banyak lah, meskipun saya salah dalam berinvestasi saat itu :p

Temen-temen saya yang nge-kost di Jakarta, yang padahal masih dapet support secara materi dari orang tua nya dan biasanya lebih besar uang jajan dari orang tua daripada gaji bulanannya, malah banyak yang gak bisa menabung. Alasannya sih selalu aja, ‘kan gw ngkost my’ atau ‘lo enak masih serumah sama orang tua’. Emm.. ya mungkin saya yang gak paham. Ada juga yang sama kayak saya, single masih tinggal sama orang tua, gajinya sama kurang-lebih, tapi gak punya tabungan sama sekali. Guys, sebagaimanapun keadaan keuangan kita, bukannya sepantasnya kita nabung untuk masa depan dan keadaan darurat yah?

Ironisnya, banyak yang sebenernya pendapatnya kurang tapi tetep mau eksis hang out ditempat-tempat kece, yang akhirnya berujung ‘minjem’ ke temen untuk bayar tagihan di akhir bulan kalau gaji nya gak cukup nutupin pengeluarannya. Sedih kan? Sebel gak sih hidup begini?

Yaaa itu.. kebanyakan dari kita gak bisa memilih dan memprioritaskan dalam meng-konsumsi, ya tho?

Setelah married dan sadar banyak sekali kebutuhan-kebutuhan masa depan yang membutuhkan biaya besar, mau gak mau harus extra hati-hati dalam mengeluarkan uang. Saya selalu bertanya ke diri saya sendiri saat mengambil barang belanja, ‘Ini penting gak ya, ini urgent gak ya, ini bisa nanti-nanti aja gak ya dibelinya.’ juga selalu bawa list belanja, jadi menghindari ambil barang-barang belanja yang sebenernya belum dibutuhkan atau karena hanya sekedar lapar mata.

So, seperti yang Abraham Lincoln bilang, penting banget bagi kita untuk tau antara what we want and what we need juga what we want now and what we want most πŸ™‚

Juga biasakan untuk mengeluarkan barang-barang yang tidak pernah dipakai terutama jika kamu membeli barang-barang baru. Contoh, kamu beli baju baru 2pcs, keluarin baju lama 2pcs, bisa dikasihkan ke orang lain atau dijual kembali di https://id.carousell.com/ πŸ™‚ Ini supaya kita gak beli lagi dan lagi barang-barang yang sebenernya sudah ada tapi ‘tidak kelihatan’ karena ketumpuk barang-barang baru.

Please follow and like us:
Facebook
Facebook
Twitter
Pinterest
Pinterest
Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *