Amy's Life Journal
tips-budgeting-for-house-renovation
Personal Finance

Tips membuat dan menjaga budget renovasi rumah

Pengalaman pertama kali merenovasi atau mengupgrade bangunan rumah kami kemarin sangat berkesan. Banyak cerita lucu dari tukang yang salah persepsi, susah-seneng pengeluaran renovasi yang tak kunjung selesai, juga excited menunggu pekerjaan selesai.

Siapapun yang baru memiliki rumah pertama dengan membeli di developer (bukan membangun sendiri dari awal), pasti mau lekas mendekor, kasih pernak-pernik, kasih bingkai foto atau bingkai quote atau lukisan, menanam tanaman, dan sebagainya. Tapi sebelum masuk ke mendekor rumah, pasti maunya layout ruangan di rumah sesuai keinginan dong? Makanya harus dimulai dari merenovasi atau mengupgrade luas tanah yang tidak dibangun.

Ada beberapa hal yang kami catat untuk dijadikan pengingat saat nanti seandainya kami mau renovasi rumah lagi, aamiin (doakan banyak rejeki ya teman-teman).

Buat skala prioritas

Pertama, saya membuat skala prioritas, bagian dan ruangan mana saja yang sekiranya penting dan didahulukan pengerjaannya. Karena kalau mengikuti keinginan diri, bisa-bisa renovasi rumahnya gak selesai-selesai dan mengakibatkan pembengkakak budget.

Survey biaya jasa tukang dan biaya material

Kedua, saya mencoba survey Biaya Jasa Tukang dan Biaya Material. Untuk Tukang sendiri terbagi 2 jenis, ada yang Tukang Harian, berarti jasanya dibayarkan berdasarkan berapa banyak hari dia kerja biasanya tukang harian tidak terburu-buru dalam bekerja, ada juga Tukang Borongan yang terbagi menjadi 2 jenis lagi, borongan jasa tukang saja dan borongan jasa tukang termasuk material. Yang biasanya terburu-buru dan kualitas bangunannya asal biasanya karena pengerjaan si tukang borongan jasa dan material ini tapi kembali lagi tergantung personal tukangnya πŸ™‚

Kalau saya kemarin coba membandingkan beberapa pilihan, yaitu jasa kontraktor dari online melalui sejasa.com, lalu dari tukang yang sedang digunakan tetangga rumah, lalu dengan interior designer yang bisa untuk membangun rumah dan terakhir dengan tukang harian yang biasa dipakai orang tua untuk renovasi rumahnya. Banyak yah? Kebanyakan memang, saya sendiri jadi bingung, tapi jadi semakin yakin mau menggunakan jasa tukang yang mana.

Untuk Biaya Material agak sulit memang karena saya bukan anak teknik sipil yang gak bisa membuat Rancangan Anggaran Biaya (RAB) secara detail per material. Sehingga saya membandingkan RAB yang diajukan oleh para tukang yang saya minta penawarannya diatas, hehehe πŸ™‚ Khusus untuk tukang harian yang biasa dipakai orang tua, mereka gak bisa buat RAB, karena literally hanya ‘tok tukang, jadi dia hanya memberikan gambaran perkiraan habis sekian dan saya buffer 20-30% dari perkiraan tersebut.

Cari toko material bangunan yang bisa dipercaya, diajak kerja sama dan menguntungkan

Ketiga, karena saya memutuskan untuk menggunakan tukang harian yang biasa dipakai orang tua, saya mencari Toko Material Bangunan yang bisa dipercaya dan bisa melakukan pembayaran by transfer atau dibelakang. Dengan begini, meminimalisir tukang-tukang yang nakal nyatut uang belanja material. Registrasi sebagai member di toko-toko bangunan seperti Mitra 10 atau Depo Bangunan juga lumayan, karena sering ada diskon member. Kalau perlu minta nomor hp salah satu salesnya, saya selalu diinfo kalau ada midnight sale atau diskon produk yang saya inginkan. (Pssst iya, toko bangunan juga ada midnight sale nya hahaha)

Jangan membandingkan dengan rumah tetangga

Keempat, tutup mata kiri-kanan lihat rumah tetangga. Ini penting, karena semakin banyak kita melihat rumah-rumah tetangga yang sedang atau baru direnovasi, membuat kita menambah list ruangan yang mau direnovasi dan akhirnya keluar dari skala prioritas yang pertama kita sudah buat.

Dana renovasi terpisah dengan dana darurat

Terakhir, kelima, pastikan dana untuk renovasi terpisah dari dana darurat keluarga. Jangan sampai merenovasi rumah dan dana darurat terpakai habis! Lebih baik tunda merenovasi dan ditabung dulu sampai dananya cukup πŸ™‚

Semoga membantu teman-teman yang baru mau merenovasi rumah ya:) Keep on budget!!

Please follow and like us:
Facebook
Facebook
Twitter
Pinterest
Pinterest
Instagram

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *