Amy's Life Journal
our tiny house
Life Journal

Memiliki Rumah Impian

Setelah menikah di Desember 2016 dan langsung hamil, target pertama yang saya dan suami inginkan adalah memiliki rumah sendiri untuk membesarkan anak kami dengan cara kami.

Bulan Maret 2017 saya mulai melakukan pencarian -googling, dan tertarik sama Vida Bekasi. Pertama kali kesana dan langsung jatuh hati sama konsep hijaunya. Langsung bayar booking fee untuk block unit rumah yang diinginkan. Saya ambil rumah di Cluster Botanica, Vida Bekasi.

Serah terima kunci rumah, February 2019

Alhamdulillah, Proses pembelian rumah yang saya lewati tergolong mudah dan cepat. Booking fee, lalu BI checking, lalu Down-payment dilakukan dengan mencicil selama 6 bulan, lalu Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), proses pencarian KPR Bank, lalu ke notaris deh tanda tangan Akad Kredit dengan Bank dan pembuatan Akta Jual Beli (AJB).

Untuk pembelian rumah secara cash keras tanpa kredit biasanya proses nya lebih cepet. Tapi menurut pengalaman tetangga-tetangga saya, rumahnya ready bareng dengan yang KPR, karena tipe rumah cluster dibangun berbarengan dari ujung ke ujung block.

Untuk beli rumah dokumen yang biasanya akan diminta berdasarkan pengalaman kemaren ini yaitu KTP, Kartu Keluarga, Slip Gaji suami dan istri, NPWP, dan Buku Nikah. Banyak yah? hehehe Kalau single gimana? ya tidak mencantumkan Buku Nikah, tapi biasanya akan diminta KTP dan NPWP orang tua.

Sebelum menikah, saya pernah coba mau beli rumah, tapi gak berhasil lewat penilaian Bank mungkin dianggap belum mampu mencicil hahaha karena menurut info dari Marketing Vida, biaya cicilan harus kurang dari 1/2 total penghasilan. Contohnya, Single dengan penghasilan 5juta, cicilan KPR nya harus dibawah 2.5juta dengan catatan tidak ada kredit jangka waktu lama lain, dan BI checking nya skor 1. Mungkin belum rejeki dan jodoh juga waktu itu, kan beli rumah sama kayak cari jodoh, ya ?

Bagi saya dan suami pribadi sebelum memutuskan membeli rumah ini, yang kami perhatikan itu

Pertama, Developer nya siapa? punya image dan integritas baik gak? Karena banyak kasus udah bayar down payment terus developer kabur bawa uangnya kan, amit-amit deh, pait-pait.

Kedua, Legalitas tanah dan bangunan nya seperti apa? dan rencana tata ruang hijau daerah tsb seperti apa? Gak lucu dong, udah bayar nempatin ehh gak taunya surat tanah nya double, tanahnya sengketa, atau ternyata daerah tsb beberapa tahun ke depan akan digunakan ruang hijau atau pembangunan infrastuktur.

Ketiga, konsep lingkungan perumahan nya seperti apa? aman gak ninggalin anak dirumah?

Feel free untuk tanya detail yang saya lewati dalam melakukan pembelian rumah pertama kami. Kita bisa sharing atau tukar informasi for good reason 🙂

Please follow and like us:
Facebook
Facebook
Twitter
Pinterest
Pinterest
Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *