Amy's Life Journal
Personal Finance

Mengatur Keuangan Setelah Gajian

“Gajiaaaan guys! Saat nya nonton film terbaru, hunting tas dan make up baru, dan Oh! model handphone itu baru realease! Ohiya, beli mainan kayak anaknya temen, sekalian aja ngajak main anak deh. Let’s Go to the malls!”

Kebetulan masih tanggal muda, siapa yang baru gajian? Atau siapa yang sudah gajian dari tanggal 25 dan sekarang sudah kanker atau kantong kering ? πŸ™‚ hahaha…

Ada loh yang hidup dari tagihan ke tagihan, maksudnya gaji bulan ini untuk bayar tagihan bulan lalu, dan bulan ini hidup dari kartu kredit yang dibayar dengan gaji di bulan depan. Pernah ada diposisi ini? Ayoo siapa yang begini?

To be honest, I’ve been in that position. Menghabiskan gaji yang dihasilkan dari bekerja satu bulan dalam seminggu atau dua minggu. Lalu meneruskan hidup dengan kartu kredit sampai dengan hari gajian lagi.

Wait! Salah gak sih dengan apa yang kita lakukan selama sebulan, mengorbankan segala macam kenyamanan untuk stay dirumah leha-leha

  • Bangun setiap jam 5 pagi
  • Masakin anak
  • Siap-siap ke kantor dan meninggalkan anak di day care atau dengan baby sitter -dengan setengah hati
  • Pulang ke rumah dan sampai jam 7 atau 8 malam
  • Menghabiskan 225 jam dalam satu bulan -untuk membayar daycare atau baby sitter dan keperluan rumah tangga

Mungkin kegiatan kita sehari-hari jauh lebih sibuk dari yang saya tulis diatas, jadi sebenarnya ya kita deserve atau pantas-pantas aja untuk menghabiskan apa yang kita hasilkan. Gitu?

Tapi sadarlah itu bukan lah hal yang benar. Karena hidup gak cuma untuk saat ini, hari ini dan bulan ini. Justru hanya akan membuat kita terjebak dalam rutinitas yang begitu melulu dan semakin menjauhkan kita dari Kebebasan Financial yang sebenarnya.

Akan berbeda ceritanya ketika kita bisa mengatur, merencanakan pengeluaran gaji kita sesuai pos nya sesuai budget uang yang dimiliki. Mungkin suatu saat kita bisa merasakan fancy restaurant atau fancy trip tanpa menggunakan kartu kredit πŸ™‚

Kebebasan financial berarti keadaan dimana kita memiliki sejumlah uang atau tabungan atau dana investasi yang cukup banyak dan aman yang hasilnya dapat mencukupi setiap kebutuhan hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan. So, money work for us, Kepingin kan?

Cara mengatur keuangan setelah gajian atau payday

So, how to manage your money when Payday? Apa aja yang pertama kali harus kita lakukan setelah menerima gaji?

1) Pisahkan setiap pos-pos pengeluaran

Ini sangat teramat penting. Membagi-bagi dengan jelas nominal dan tujuan spending atau pengeluaran membuat kita memiliki gambaran berapa banyak budget yang harus dimiliki untuk dikeluarkan sebagai pengeluaran wajib setiap bulannya.

Pengeluaran wajib yang biasanya ada setiap bulan seperti:

Membayar Zakat Penghasilan

Bayar zakat penghasilan seringkali dilupakan mungkin karena nilainya yang gak seberapa, hanya 2.5% dari penghasilan. Ada juga yang beranggapan, hidup saya masih pas-pasan, bayar zakatnya nanti aja kalau gaji saya sudah mencapai sekian…

Sebagai seorang muslim, kita wajib mengeluarkan sebesar 2.5% dari penghasilan. Bisa dibayarkan setiap bulan sekali atau sekaligus dalam satu tahun sekali. Perhitungannya juga ada dua cara, ada yang menghitung 2.5% dari total penghasilan tapi ada juga yang menghitungnya 2.5% dari penghasilan setelah dikurangi pengeluaran untuk kebutuhan pokok.

Meskipun besarannya kecil tapi kalau gak dilakukan secara rutin dan konsisten, pasti akan berat karena manfaatnya tidak langsung dirasakan πŸ™‚ Tapi bagi yang terbiasa berzakat, paham betul tenang dan bahagianya bisa berbagi dengan sesama sekaligus membersihkan penghasilan kita.

Membayar Tagihan atau Cicilan

Gak dipungkiri pemakaian Kartu Kredit kadang tidak bisa dihindari. Kartu kredit sebenarnya barang netral, bisa jadi menguntungkan, tinggal bagaimana kita menggunakannya. Ketika tagihan kartu kredit muncul, lunasilah jangan bayar dengan pembayaran minumum, karena bunga dan denda nya cukup besar.

Bagi yang memiliki cicilan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR, pastikan dana tersedia ketika auto debit di tanggal pembayaran. Gagal auto debit pembayaran cicilan KPR akan menyebabkan saldo cadangan KPR berkurang, tidak berlakunya diskon bunga, serta denda.

Memisahkan Dana Kebutuhan Sehari-hari

Untuk dana kebutuhan sehari-hari pisahkan dalam akun rekening khusus yang digunakan setiap hari. Perkirakan berapa banyak yang dihabiskan untuk konsumsi, transportasi, dan biaya rutin bulanan lainnya.

Kalau cara saya, saya menarik tunai kebutuhan untuk satu bulan lalu saya pisahkan plot lagi per-minggu dalam amplop-amplop berbeda. Uang per-minggu inilah yang selalu ada didompet saya. Dan jika uang per-minggu ini ada sisanya, saya akan masukkan ke Dana Darurat di bulan berikutnya. Jangan menambahkan ke dana kebutuhan minggu berikutnya atau mengurangi jatah dana kebutuhan minggu selanjutnya. Stick to budget!

2) Pisahkan pos tujuan-tujuan tabungan dan investasi

Dalam menabung dan berinvestasi sebaiknya memiliki tujuan atau target akan digunakan sebagai apa uang yang disimpan atau diinvestasikan. Untuk tujuan tabungan yang tidak boleh tidak ada adalah Dana Darurat. Jumlah besaran dana darurat berbeda-beda setiap orang, tergantung situasi pribadi dan jumlah penghasilan. Tapi biasanya 12x jumlah gaji suami dan istri, lebih banyak lebih bagus. Dana ini tidak boleh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari hanya boleh digunakan untuk kebutuhan mendadak seperti halnya anak atau orang tua sakit, mobil lecet, atau hal-hal tidak terduga lainnya.

Sedangkan untuk pos-pos investasi akan bergantung sekali sama tujuan yang dicapai jangka pendek, menengah atau panjang. Setelahnya sesuaikan dengan instrumen atau alat atau produk-produk investasi yang ada. Tapi hati-hati jangan terjebak return tinggi di investasi bodong yah πŸ™‚

Investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek biasanya gak lebih dari satu tahun. Tujuan pemakaian dana nya tergolong cepat. Contohnya, saat ini saya sedang kuliah, maka dana kuliah saya disimpan di instrumen investasi jangka pendek, karena dalam 6 bulan saya harus membayar uang kuliah. Kalau saya biasanya simpan di Deposito Bank jadi bisa dicairkan per 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan.

Investasi jangka menengah

Investasi jangka menengah biasanya lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun. Contohnya, saya sudah memiliki rumah namun ingin merenovasi dalam 2 atau 3 tahun mendatang, maka dana nya saya simpan di instrumen investasi jangka menengah. Kalau saya biasanya saya investasikan ke Surat Berharga Negara (SBN) yang biasa dijual Pemerintah dengan minimal pembelian IDR 1,000,000,- Biasanya jangka waktu SBN itu berkisar 2 – 3 tahun, tergantung jenis SBN nya selain itu pembayaran bagi hasilnya dijamin oleh Negara, jadi gak perlu takut ini investasi bodong, justru kita ikut berkontribusi untuk memajukan Negara Republik Indonesia tercinta ini πŸ™‚ Siapa yang sudah beli SBN ayooo?! Good job guys!

Gimana bingung gak? Emm…At least kalau belum bisa menentukan pos-pos investasi dengan jelas, sisihkan satu rekening untuk dana investasi. Kalau saya biasa saya taruh di Rekening Dana Investasi atau Rekening Dana Nasabah yang saya gunakan untuk jual-beli saham, jadi uangnya gak akan tercampur dengan rekening yang biasa digunakan sehari-hari.

3) Unsubscribe Mailing List atau Unfollow Account Online Shop

Kadang niat hati sudah teguh gak mau ngemoll deh biar gak belanja. Tapi lupa kalau email promo online shop tiap hari masuk, terus buka instagram isinya akun online shop. Kira-kira kalau begini masih teguh gak hati untuk gak belanja?

Apa daya apalagi wanita, karena visual nya menarik dan mendapat iming-iming spesial diskon di hari gajian, mungkin, akhirnya kita beli. Begitu gak?

Jadi sebaiknya jangan follow account atau mailing list online shop karena efeknya akan berkepanjangan terutama bagi kamu yang gak bisa menahan diri πŸ™‚

Udah kebayang ya sekarang pos-pos apa aja yang harus diisi setelah gajian atau payday. Jangan ditunda, lakukan sekarang! πŸ™‚

Emm.. atau masih ada yang bingung? Saya coba kasih contoh ya:

Seandainya sudah berkeluarga memiliki 1 anak, kamu dan suami sama-sama bekerja. Penghasilan suami 10juta dan Penghasilan istri 5juta. Total penghasilan 15 juta. Suami gajian di tanggal 25 dan istri menerima gaji di tanggal 1. Punya Tagihan kartu kredit, yang penggunaan rata-rata tiap bulannya 1 juta dan jatuh tempo di tgl 30. Sedangkan KPR tagihan cicilan rumah jatuh tempo di tanggal 26. Gimana mengaturnya?

>> Tanggal 25, menerima gaji suami 10juta,

  • Lakukan pengeluaran untuk Zakat Penghasilan IDR 250,000,-
  • Sisihkan IDR 4,500,000,- di akun Bank KPR untuk autodebit cicilan rumah
  • Lunaskan tagihan kartu kredit, anggapan rata-rata IDR 1,000,000,-
  • Sisa IDR 4,250,000,- taruh di rekening sehari-hari untuk kebutuhan hidup (listrik, air, konsumsi, transport)

Tanggal 30, menerima gaji istri 5juta,

  • Lakukan pengeluaran untuk Zakat Penghasilan IDR 125,000,-
  • Sisihkan IDR 2,000,000,- untuk tambahan kebutuhan konsumsi dan transport
  • Sisa IDR 2,875,000,- Gunakan IDR 1,500,000,- untuk mengisi Dana Darurat dan sisa IDR 1,375,000,- untuk Investasi

Kira-kira seperti itu gambarannya. Kalau kita secara konsisten melakukan ini setiap bulannya, dan bisa hidup dari gaji bulan lalu dibulan ini, tanpa harus kehabisan uang dan menggunakan kartu kredit, hidup akan terasa jauh lebih enteng, gaes πŸ™‚ Selamat mencoba!

Please follow and like us:
Facebook
Facebook
Twitter
Pinterest
Pinterest
Instagram

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *