Amy's Life Journal
Personal Finance

Membeli Rumah Melalui Developer

Memiliki rumah bagi beberapa orang adalah impian. Gimana engga? Harga rumah yang relatif mahal, terutama di tengah kota Jakarta. Sedangkan rumah-rumah subsidi yang ditawarkan pemerintah, bangunannya seringkali kurang kuat dan membutuhkan dana lagi untuk renovasi. Membuat rumah menjadi barang mewah.

Kebutuhan untuk memiliki rumah bagi setiap orang tidak bisa disamakan tingkat kepentingannya. Ada orang yang lebih memilih mengontrak rumah atau kost atau sewa apartemen di Jakarta daripada membeli rumah. Itu tadi, karena harga rumah di Jakarta yang mahal sedangkan kantor ada di Jakarta. Ada juga yang rela bergeser ke pinggiran Jakarta demi memiliki sebidang tanah sendiri untuk membangun rumah.

Bagi saya yang sudah memiliki keluarga dan anak, membesarkan keluarga dan anak di Jakarta bukanlah hal yang kami inginkan. Menurut saya, kota Jakarta sudah terlalu sempit, ruang untuk anak bermain dan berlarian sudah sangat kurang.

Saya ingat dulu saat masih kecil, masih bisa bermain sepeda keliling komplek, sekarang? hadehh jalan santai sedikit udah di klakson kendaraan. Juga dulu masih bisa main petak umpet atau masak-masakkan di tanah kosong, sekarang? semua sudah penuh dibangun rumah-rumah. Sehingga, anak-anak terpaksa bermain di jalanan.

Belum lagi soal udaranya? Beberapa hari kebelakang ini, koran Kompas membahas bagaimana buruknya udara di Jakarta. Bahkan Air Visual mengatakan udara di Jakarta tergolong unhealthy. Warga Jakarta hanya bisa menikmati bagaimana udara segar ya pada saat Lebaran aja, ya gak?

Meskipun begitu, tetep, punya rumah di Jakarta adalah impian setiap orang terutama yang bekerja di daerah Jakarta juga πŸ™‚

Ngomong-ngomong soal punya rumah, udah pada tau gimana caranya untuk memiliki rumah? Ada beberapa cara yang umum dilakukan orang untuk memiliki rumah, pertama membeli sebidang tanah lalu membangunnya sendiri sesuai design yang diinginkan, kedua membeli rumah melalui Developer.

1) Persiapkan dana untuk down-payment

Inget program Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, soal DP 0%? Kenapa program ini dinanti-nanti banyak orang? Karena banyak dari kita yang mau beli rumah tapi gak bisa bayar Down Payment.

Anyway, Down payment atau uang muka untuk membeli rumah berbeda-beda besarannya, tergantung developer, luas tanah dan bangunan dan area mungkin ya. Ada yang 10% dari nilai jual rumah, ada yang mematok 100juta, ada yang 80juta, dst.

Sebenernya cara pembayaran down payment rumah juga udah gak mesti sekali bayar jebret sih. Sekarang ada yang bisa di cicil 6x, 12x sampai 24x, itu tadi balik ke kebijakan developernya.

Nah jadi, sebelum bermimpi punya rumah, memilih-milih mau beli rumah di daerah mana, sebaiknya kencangkan dulu sabuk mu, kencangkan dulu pengeluaranmu, berhematlah, simpan baik-baik uangmu. Siapa tau, bisa beli rumah tanpa harus KPR kan? πŸ™‚

2) Kenali konsep tempat tinggal seperti apa yang diinginkan

Tau gak kalo konsep atau jenis tempat tinggal atau perumahan itu ada banyak? Ada perumahan biasa, ada cluster, ada komplek, ada rumah susun/apartemen, sampai real estate.

  • Perumahan biasa, atau perkampungan, biasanya dimiliki perseorangan sehingga dalam membangun biasanya modelnya akan berbeda-beda. Ada yang membangun untuk ditinggali, untuk dikontrakkan, untuk dikost, atau untuk usaha. Bebass…
  • Cluster adalah konsep perumahan one-gate-system dengan jumlah rumah yang tidak banyak dalam satu cluster. Biasanya konsep bangunan rumah sama seragam terutama untuk tampak depan ya. Dan pemilik rumah harus menyetujui untuk tidak mengubah fasad rumah. Pengelolaan cluster biasanya dipegang oleh Town Management dari developer.
  • Kompleks perumahan, sekumpulan rumah yang biasanya dari satu instansi atau lembaga, seperti kompleks Perhubungan, biasanya yang tinggal adalah orang yang bekerja di Kementerian Perhubungan. Meskipun semakin kesini, belum tentu orang yang tinggal di instansi tsb yang menghuni kompleks. Tapi begitulah awal konsep kompleks perumahan ini.
  • Rumah susun dan apartemen, merupakan konsep hunian vertikal. Rumah susun biasanya tidak lebih dari 10 lantai bahkan biasanya dibawah 10 lantai dan relatif untuk kelas menengah ke bawah. Meskipun kalau kita perhatikan lagi, penghuni rusun-rusun di Jakarta kebanyakan orang-orang mampu yang punya mobil-mobil cukup mewah. Merhatiin gak sih? Apartemen juga sama, ada kelas-kelasnya, kelas menengah kebawah, kelas atas. Dari tampilannya kita bisa bedain. Saya biasanya membedakan dengan cara tidak ada jemuran atau pakaian yang digantung di teras apartemen yang terlihat dari luar. hehehe Ya gak?
  • Real estate, sudah pada paham lah, penampakannya aja pasti udah beda banget. hehehe:) Iya, perumahan untuk kelas atas, guys. Kaum misqueen can’t relate hahaha

Nah kalau sudah tau dan paham, coba tanyakan ke diri sendiri atau ke suami atau istri, mau punya rumah dengan konsep atau jenis yang bagaimana? Kalau saya dan suami sebelum memilih jenis rumah juga mempertimbangkan hal berikut:

Harga dan budget, berapa dana yang dimiliki, berapa yang sanggup kita cicil untuk KPR setiap bulannya. Ini hal pertama yang paling penting, karena akan berbuntut ke pertimbangan berikutnya.

Luas tanah dan bangunan, ini relate ke berapa banyak anggota keluarga dan rencana punya anak. Kalau untuk keluarga kecil kayak saya yang hanya dengan 1 anak, tipe 60/40 atau luas tanah 60 dengan luas bangunan 40 dengan 2 kamar tidur, ya cukup-cukup aja. Beda cerita kalau punya anak atau rencana memiliki anak 3, waaah harus cari luas tanah dan bangunan yang lebih besar. Atau mungkin bisa di tipe yang sama, tapi tidak di perumahan jenis cluster yang terikat tidak boleh mengubah tampilan fasad, sehingga kamu bisa memaksimalkan menambah bangunan rumah hingga full 60.

Jarak rumah, ada orang yang cari rumah gak mau jauh-jauh dari kantor atau dari rumah orang tua. Tapi kalau saya yang terpenting konsepnya hijau, anak bisa lari-lari dengan bebas dan aman, dan didalam wilayah sudah lengkap dengan berbagai fasilitas, seperti Rumah Sakit, Pasar, Mall, Restaurant, Sport Gym, dan sebagainya. Jarak rumah jauh dari kantor gak masalah, yang penting saya meninggalkan anak di tempat yang aman dan kemana-mana gampang.

3) Ikuti prosedur legalitas pembelian dan kepemilikan tanah dan bangunan

Karena yang saya pahami adalah pembelian tanah dan banguna melalui Developer, jadi yang akan saya tuliskan dibawah ini adalah untuk pembelian rumah melalui Developer ya. Mungkin sedikit banyak akan berbeda jika membeli tanah lalu dibangun rumah sendiri.

  • Perjanjian Pengikatan Jual-Beli atau PPJB, ini dilakukan setelah kita bayar booking fee, isinya itu point-point mengenai penjual yang menjual sebidang tanahnya, dijelaskan detail ukuran, nama jalan, dsb nya, juga mengenai pembeli yang akan taat pembayaran dan denda-denda yang berlaku jika ada keterlambatan pembayaran, dan jika down-payment dilakukan secara mencicil disini juga dijelaskan berapa besaran setiap bulannya dan kapan jatuh tempo serta cara pembayarannya. PPJB ini biasa dilakukan untuk pembelian rumah melalu developer, yang rumahnya belum dibangun dan sertifikat tanahnya belum dipecah-pecah masih jadi satu atas nama developer. Biasanya dituliskan diatas kop surat developer, ditanda tangani oleh pemilik Developer dan Pembeli.
  • Perjanjian Akad Kredit, Jika melakukan pembelian rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah atau KPR dari Bank maka Perjanjian KPR perlu dilakukan dihadapan Notaris. Setelah down-payment dilunasi dan supaya Developer mendapatkan uang untuk membangun rumah. Notaris biasanya ditunjuk oleh Developer yang disetujui oleh Bank, kita tinggal datang, membawa seluruh dokumen asli seperti KTP, KK, Buku Nikah, Slip Gaji, Buku Tabungan, PPJB, pastikan seluruh dokumen asli dibawa semua ya.
  • Akta Jual-Beli (AJB), ini dilakukan setelah melunasi down-payment dan dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dihadiri oleh pembeli, perwakilan dari Developer dan perwakilan dari Bank yang memberikan fasilitas KPR. AJB biasanya dilakukan setelah Developer memecah-mecah sertifikat tanah sesuai dengan tiap-tiap tanah rumah yang dijualnya.

Nah untuk pembelian rumah secara KPR selama kita masih mencicil rumah, surat-surat asli tersebut akan disimpan oleh Bank sampai dengan cicilan kita lunas. Namun biasanya notaris akan memberikan copy setiap dokumennya.

Pastikan kita simpan tanda terima dokumen-dokumen yang disimpan oleh Bank, sehingga pada saat cicilan lunas dan kita mau ambil dokumen aslinya, kita punya bukti untuk memintanya ke Bank πŸ™‚

Please follow and like us:
Facebook
Facebook
Twitter
Pinterest
Pinterest
Instagram

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *